“PLN memastikan infrastruktur listrik di wilayah produktif, khususnya pertanian, terus dipercepat pembangunannya agar petani dapat merasakan manfaat energi secara langsung,” ujar Anas.
Ia melaporkan bahwa enam Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) dengan kapasitas masing-masing 5.500 VA telah selesai dibangun di Desa Pasir Sakti. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan pertanian modern, usaha mikro, hingga kebutuhan listrik masyarakat.
“Pembangunan jaringan listrik di lokasi Panen Raya Kejati Desa Pasir Sakti saat ini telah memasuki tahap penanaman tiang. Kami pastikan pekerjaan berjalan optimal dan selesai sesuai target,” imbuhnya.
Selain itu, ia menegaskan kesiapan PLN dalam memperkuat sinergi antarinstansi. “PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk memastikan listrik menjadi enabler bagi peningkatan produktivitas pertanian dan ekonomi daerah,” tuturnya.
Melalui program Petani Mitra Adhyaksa, Kejaksaan Negeri Lampung Timur turut memperkuat dukungan dengan pendampingan hukum, fasilitasi pembiayaan, penyediaan sarana produksi pertanian, serta perlindungan terhadap praktik yang merugikan petani seperti permainan harga dan monopoli distribusi pangan.
Forum koordinasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pertanian Lampung Timur yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani melalui peran aktif lintas instansi, termasuk dukungan energi dari PLN. (Rls/SA)











