Ia menjelaskan bahwa pengerjaan tahap kedua ini akan dibangun satu lantai lagi dengan anggaran biaya sebesar Rp20 miliar dari APBD 2020.
Sementara pengerjaan tahap pertama tahun lalu sebanyak dua lantai yaitu satu lantai di bawah, di tengah, dan tinggal satu lantai di atas.
“Untuk tahun lalu anggarannya Rp25 miliar. Kita targetkan pengerjaannya selesai di tahun ini,” bebernya.
Menurutnya, pedagang yang menempati setelah bangunan selesai diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Perdagangan Bandarlampung. “Jadi yang mengatur dinas perdagangan, kita hanya membangun saja,” paparnya.











