5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyatakan kesiapannya untuk mendorong masyarakat, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, untuk mendaftarkan produk-produknya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengungkapkan hal ini saat menghadiri acara “Sunday Morning Fun and Education” (SANMORFE) sekaligus perayaan hari jadi BPOM yang ke-23 di taman UMKM Bungkarno Jl. Gatot Subroto, pada Minggu, (4/2).
SANMORFE adalah acara yang bertujuan menyebarkan informasi, komunikasi, dan memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang obat dan makanan agar dapat membedakan produk yang aman dan berbahaya.
“SANMORFE ini untuk keamanan bersama. Kita selalu berharap agar BPOM dan Pemkot Bandar Lampung dapat terus bekerja sama dengan baik untuk kepentingan daerah dan masyarakat,” ungkap Wali Kota Eva Dwiana.
Eva Dwiana juga menekankan bahwa inisiatif ini tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam membeli produk.
“Masyarakat harus bisa membedakan mana produk yang aman dan berkualitas. Kolaborasi antara BPOM dan Pemkot Bandar Lampung diharapkan dapat mempermudah proses tersebut,” tambahnya.
Khususnya dalam hal obat, Wali Kota terus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa obat generik tidak kalah baiknya dengan obat mahal lainnya.
“Obat generik memiliki kualitas dan manfaat yang baik untuk masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat memilih obat dengan bijak,” ujarnya.











