Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama melakukan 3M (menguras, menutup, dan mendaur ulang), menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan gaya hidup sehat.
Sebagai langkah pencegahan, aparatur desa juga telah mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan dan bekerja sama dengan Puskesmas dalam pelaksanaan fogging.
“Kami juga telah meminta bantuan dari Pemerintah Kabupaten untuk menanggulangi DBD ini agar bisa teratasi dan tidak terjadi lonjakan menyeluruh,” bebernya.
Upaya serta Imbauan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran
Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas konsisten dan terus menerus melakukan penyuluhan tentang pencegahan dan bahaya DBD kepada masyarakat.
Guna menghindari terjadinya potensi lonjakan kasus, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dr Media Apriliana mengajak masyarakat untuk menerapkan PSN, pemberian abate, melakukan pemeriksaan jentik secara berkala, penyelidikan epidemiologi apabila terdapat kasus DBD, serta melakukan fogging apabila terdapat kasus pasien positif DBD yang dibuktikan dengan hasil laboratorium.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu menjaga lingkungan di sekitar masing-masing yang menjadi faktor utama terjadinya DBD.
Peran aparat desa serta kecamatan juga menurutnya penting dalam upaya penggerakan kepada masyarakat dalam membersihkan lingkungan.
Hingga pertengahan bulan Januari 2025, dr Media menyebut kasus DBD sedang mengalami peningkatan kasus karena kondisi cuaca yang sedang masuk musim penghujan, akibatnya tempat perindukkan nyamuk juga ikut bertambah.
“Akan tetapi meski begitu, data kasus DBD di Pesawaran masih relatif sama di banding tahun lalu,” katanya. (SA)











