Uncategorized

Review Film Petualangan Anak Penangkap Hantu, Cocok Banget Ditonton dengan Para Bocil

51
×

Review Film Petualangan Anak Penangkap Hantu, Cocok Banget Ditonton dengan Para Bocil

Sebarkan artikel ini
Review Film Petualangan Anak Penangkap Hantu (Photo MNCP Movie) 5W1HINDONESIA.ID
Review Film Petualangan Anak Penangkap Hantu (Photo MNCP Movie) 5W1HINDONESIA.ID

Review Film Petualangan Anak Penangkap Hantu

Petualangan Anak Penangkap Hantu adalah film Indonesia bergenre petualangan dan komedi yang disutradarai oleh Jose Poernomo. Film ini diangkat dari novel populer karya Asma Nadia dengan judul yang sama. Film ini dibintangi oleh Muzakki Ramdhan, M. Adhiyat, Giselle Tambunan, Sujiwo Tejo, dan Nugie.

Baca Juga  Pj Gubernur Lampung Terima Kunker Ketua Komite III DPD RI Abdul Hakim

Film ini bercerita tentang tiga sahabat, Rafi (Muzakki Ramdhan), Chacha (Giselle Tambunan), dan Zidan (M. Adhiyat), yang membentuk kelompok bernama Anak Penangkap Hantu (APH). Mereka mendapat panggilan dari Gita (Alina Fauzi), seorang gadis dari desa terpencil, untuk menyelidiki hilangnya warga desa yang diculik oleh makhluk misterius di hutan.

Baca Juga  Percepat Pemulihan Ekonomi, Eva Dwiana Buka Pusat Wisata Kuliner UMKM

Desa tersebut juga mengalami kekeringan dan diteror oleh entitas tak kasat mata, menurut kepercayaan penduduk setempat. Ketiganya berupaya mengungkap misteri ini, meyakini bahwa teror tersebut adalah akal-akalan manusia untuk menakut-nakuti penduduk.

Dalam perjalanannya, mereka bertemu dengan sejumlah orang yang memiliki kepentingannya masing-masing. Ada Pak RT (Sujiwo Tejo) yang ingin melindungi desa dari teror hantu, Pak Kades (Nugie) yang ingin mencari solusi untuk kekeringan, Pak Tajir (Agus Wibowo) yang ingin menguasai desa, dan Wak Bomoh (Sujiwo Tejo) yang mengaku bisa mengusir hantu.

Baca Juga  Review Film Aquaman and the Lost Kingdom

Rafi, Chacha, dan Zidan akhirnya mengetahui bahwa misteri di desa tersebut terkait dengan sebuah legenda kuno. Mereka harus bekerja sama untuk memecahkan misteri tersebut dan menyelamatkan desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *