close
Intermezo

PAMALI: DUSUN POCONG, Film Trending Nomor 1 di Bioskop Indonesia

×

PAMALI: DUSUN POCONG, Film Trending Nomor 1 di Bioskop Indonesia

Sebarkan artikel ini
Review PAMALI: DUSUN POCONG (Photo: jadwalnonton) 5W1HINDONESIA.ID
Review PAMALI: DUSUN POCONG (Photo: jadwalnonton) 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID, INTERMEZO – Film PAMALI: DUSUN POCONG disutradai oleh Bobby Prasetyo.

Adapun daftar pemainnya yaitu Fajar Nugra, Yasamin Jasem, Arla Ailani, Anantya Kirana, Bukie B. Mansyur, Wina Marrino, Dea Panendra, Ence Bagus, Whani Darmawan.

Film ber-genre Horror, Mystery ini memiliki durasi setidaknya selama 99 menit, lho!

Ingin tahu seperti apa review film PAMALI: DUSUN POCONG ini? Keep scrolling!

Review PAMALI: DUSUN POCONG

Mengadaptasi cerita The Tied Corpse dalam permainan Pamali: Indonesian Folklore Horror, sebenarnya Dusun Pocong menawarkan twist yang sangat menarik, yang selain mengagetkan, juga menghadirkan relevansi budaya mistis tanah air. Sayangnya, prestasi ini terganggu oleh satu aspek yang signifikan, yaitu kurangnya kemampuan film dalam bercerita dengan baik.

Setelah penampilan singkatnya dalam film pertama tahun lalu, Cecep (Fajar Nugra) memiliki peran yang lebih besar kali ini, sebagai seorang tukang gali kubur yang datang ke sebuah desa yang sedang dilanda wabah mematikan bersama rekannya, Deden (Bukie B. Mansyur). Tugas mereka adalah mengubur mayat korban wabah yang jumlahnya terus bertambah.

Baca Juga  Jadwal Tayang Decoy 2, Daftar Pemain, dan Fakta Menariknya

Sementara itu, tiga perawat, Mila (Yasamin Jasem), Gendis (Dea Panendra), dan Puput (Arla Ailani), ditugaskan merawat mereka yang masih hidup di tengah penderitaan. Tubuh korban dipenuhi oleh luka-luka yang sangat mengerikan, dan kondisinya mungkin lebih buruk daripada kematian itu sendiri. Namun, apa yang menjadi penyebab wabah ini? Dan apa alasan di balik munculnya sekelompok pocong yang menakutkan?

Salah satu poin positif dari naskah buatan Evelyn Afnilia adalah bahwa film ini tidak hanya mengandalkan “jumpscare” sebagai plotnya. Namun, sayangnya, film ini gagal dalam bercerita secara efektif. Menonton “Dusun Pocong” terasa seperti mengamati rutinitas harian individu di desa terkutuk ini.

Baca Juga  Siswa SMK Jurusan Multi Media Dapat Pelatihan Dari IJTI Lampung

Pendekatan ini mungkin bisa memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan dengan sebagian besar film horor lokal lainnya, asalkan karakter-karakternya membuat penonton peduli. Namun, sayangnya, semua karakter dalam film ini digambarkan dengan cara yang dangkal, begitu juga dengan dinamika interpersonal mereka.

Pemeran-pemeran film ini telah berusaha sebaik mungkin. Dea Panendra membawakan perannya dengan sangat baik hingga kita merasa kesal dengan karakter Gendis yang keras kepala. Yasamin Jasem tampil kuat seperti biasa, sementara Fajar Nugra berusaha mendapatkan tawa dari penonton dengan humor medioker yang disediakan naskah. Namun, film ini memandang remeh dengan menganggap bahwa mendengarkan suara kotoran keluar saat seseorang buang air besar adalah lucu.

Kembali ke poin twist yang disebutkan di awal. Meskipun twist tersebut menawarkan pandangan menarik tentang konsep “pamali,” sayangnya, dasar-dasar twist tersebut hanya dilewatkan begitu saja tanpa mengemasnya sebagai misteri yang menarik. Sekali lagi, kurangnya pengembangan alur cerita sangat terasa. Bahkan penyebab wabah yang terjadi dalam cerita juga tidak dijelaskan dengan memadai. Naskah sepertinya bingung tentang apa yang ingin disampaikan dengan menyisakan banyak pertanyaan.

Baca Juga  Honor X9B: Harga, Fitur & Spesifikasi

Dari segi aspek horor, penyutradaraan oleh Bobby Prasetyo terasa cukup standar. Hal ini tidak buruk, dan penonton kasual mungkin akan merasa terhibur oleh penampakan berulang-ulang pocong yang didukung oleh efek suara yang menakutkan. Satu momen yang menonjol adalah ketika karakter menghadapi kematian yang brutal. Namun, di situlah film ini mencapai puncaknya. Sayangnya, setelah momen tersebut, film ini tergelincir menjadi babak final yang tidak memuaskan dan berakhir prematur.

Yuk, baca review film Petualang Sherina 2, SAW X (2023), dan Di Ambang Kematian dengan KLIK DISINI.

Visited 184 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *