“Kita ingin ekonomi terus bergerak, UMKM semakin kreatif, dan anak-anak muda menghadirkan inovasi. Bandar Lampung harus menjadi kota yang hidup, dinamis, dan membanggakan,” tegasnya.
Selain aspek ekonomi, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban kota sebagai tanggung jawab bersama. Ia menekankan bahwa semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap kota harus terus diperkuat.
“Kebersihan dan kenyamanan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Jika dilakukan dengan semangat gotong royong, semua akan terasa lebih ringan,” katanya.
Gubernur juga mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota dan jajaran Forkopimda Pemerintah Kota Bandar Lampung yang terus berupaya membangun kota di tengah berbagai tantangan sebagai kota besar yang padat dan terus berkembang.
Menurutnya, Kestabilan harga bahan pokok dan ketersediannya di pasaran selama Ramadan 1447 H di Kota Bandar Lampung, tidak lepas dari peranan seluruh jajaran Pemerintah Kota dan Forkopimda Kota Bandar Lampung.
Sebagai salah satu kota terbesar dan terpadat di Sumatra, Bandar Lampung dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung kemajuan Provinsi Lampung. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang maju, tentram, dan membanggakan.
Safari Ramadan 1447 H ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi, menyatukan visi pembangunan, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjadikan Lampung semakin maju dan Bandar Lampung sebagai tuan rumah yang membanggakan bagi seluruh masyarakat. (Rls/SA)











