Ia pun meminta agar bersama didalam optimalisasi sektor pariwisata daerah sebagai salah satu potensi luar biasa yang dimiliki Lampung.
“Pariwisata itu menjadi marketnya dan untuk hulu nya ada pertanian, peternakan dan lainnya yang harus kita tangani semua sehingga bisa betul-betul tumbuh dan menjadi pendapatan masyarakat. Turut pula bagaimana kita menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, marketingnya, kerjasama antar daerah termasuk infrastrukturnya,” ujarnya.
Terakhir, Fahrizal mengajak peran anak muda untuk bisa ikut berperan melalui ide-ide kreatif dalam peningkatan perekonomian Lampung.
“Anak muda harus berfikir sebagai entrepreneur, membuka usaha dan ikut dalam mengembangkan UMKM,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Junanto Herdiawan mengatakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, disini peran muda yang diharapkan menjadi pendorong ekonomi Lampung di masa depan.
Apalagi menurutnya, Lampung memiliki potensi yang luar biasa seperti meliputi sektor pertanian, industri pengolahan dan pariwisata yang bisa dikembangkan oleh para anak-anak muda.
“Anak-anak muda bisa melihat ketiga sektor ini dan pentingnya entrepreneurship untuk coba pikirkan ide-ide dan inovasi serta membuka lapangan kerja disektor-sektor itu,” ujar Junanto.
Hadir pada kesempatan itu sebagai pemateri, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Ekonom Senior Bank Indonesia Provinsi Lampung Fiskara Indrawan dan CEO MarkPlus Institute Jacky Mussry. (Rls/SA)











