“Kita memiliki leadership yang bagus, inovasi yang hebat, tetapi jika integritasnya lemah itu sangat berbahaya,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN, LAN RI Muhammad Taufiq menyatakan pihaknya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II.
“Ini prosesnya cukup panjang dan kami mengapresiasi keseriusan dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengembalikan program Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II ini karena Provinsi Lampung ini salah satu yang terbaik,” tutur Taufiq.
Taufiq mengatakan para peserta harus mempunyai komitmen yang besar terhadap pengembangan kompetensi, bukan hanya kepada diri sendiri tetapi untuk organisasi.
Ia menyebut para ASN memiliki pekerjaan rumah besar bagaimana mendongkrak daya saing digital.
“Ini akan menjadi sebuah karya yang mempunyai impact sangat besar, inovasi yang kita lakukan menjadi bukti kerja nyata para pemimpin ini dalam melakukan perubahan-perubahan. ASN harus menjadi penggerak tranformasi digital,” katanya.
Ia menuturkan inovasi yang dilakukan akan menjadi sebuah langkah yang penting dan akan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
“Saya yakin peserta ini akan menghasilkan program-program yang berdampak besar dalam peningkatan daya saing dari daerah masing-masing,” ujarnya.
Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXXIII ini terdiri dari para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, BKKBN, dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan. (Rls/SA)











