Melalui kesempatan itu, Ia mendorong semua untuk menciptakan keluarga Indonesia yang tangguh, sehat, produktif, dan mempunyai daya saing.
“Karena ini menjadi modal dasar yang sangat penting menuju pembangunan,” ujarnya.
Fahrizal turut mengapresiasi dipilihnya Provinsi Lampung sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan event tersebut.
“Lampung sekarang semakin banyak dipilih sebagai tuan rumah penyelenggara pada kegiatan nasional. Lampung semakin diperhitungkan ditingkat nasional, tentunya ini berdampak positif bagi ekonomi di Provinsi Lampung,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Sukaryo Teguh Santoso mengatakan melalui pemutakhiran data ini salah satunya dipakai untuk mengukur indikator kinerja BKKBN seperti angka kelahiran, indeks pembangunan keluarga dan lainnya.
Selain itu, data ini juga dipakai khususnya sebagai basis untuk operasional percepatan penurunan stunting.
“Data ini juga dipakai dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting karena data keluarga ini juga memunculkan data keluarga yang beresiko stunting,” jelas Sukaryo.
Sukaryo menyebutkan data ini turut pula dipergunakan oleh Kementerian atau Lembaga lainnya dalam rangka intervensi program pembangunan yang dimiliki.











