“Sehingga data ini tidak hanya milik BKKBN, tetapi kepada siapa pun punya kepentingan untuk memanfaatkannya,” katanya.
Ia meminta agar para pengelola data dan informasi, baik Provinsi dan Kabupaten/Kota, dapat meningkatkan komitmen serta senantiasa semangat dalam mewujudkan data informasi program bangga kencana berkualitas.
“Serta pemanfaatannya untuk kepentingan program intervensi pembangunan daerah berbasis keluarga,” katanya.
Sukaryo mengapresiasi Provinsi Lampung dalam percepatan penurunan angka stunting dan mensukseskan program bangga kencana.
“Pak Sekda mengawal betul program bangga kencana termasuk percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Lampung. Optimis pada tahun ini bisa jadi akan jauh dibawah 14,9%, jadi target 14% tercapai untuk Provinsi Lampung,” ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 11-14 Juni 2024.
Turut hadir pada kesempatan itu, Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) Didik Darmanto dan 13 Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi se- Indonesia. (Rls/SA)











