“Tidak boleh ada lagi siswa yang putus sekolah. Kita akan bantu anak-anak kurang mampu tapi berprestasi, mendatangkan guru-guru terbaik, dan mendukung lulusan SMANDA melanjutkan kuliah hingga ke luar negeri,” tegasnya.
Adapun, Kepala SMAN 2 Bandar Lampung, Sevensari pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangganya atas kiprah para alumni yang kini berperan di berbagai sektor strategis.
“Hari ini adalah momen istimewa. Kami terharu melihat alumni SMANDA yang telah menjadi pemimpin, pendidik, pengusaha, hingga seniman. Pendidikan yang ditanamkan di sini telah tumbuh dan berbuah di banyak tempat,” tuturnya.
Lebih jauh, Sevensari juga berharap reuni ini dapat mempererat ikatan kekeluargaan dan membuka peluang kolaborasi untuk mendukung kemajuan sekolah.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT SMANDA, Marindo Kurniawan, dalam laporannya mengatakan bahwa perayaan 60 tahun SMANDA mengusung enam kegiatan utama, termasuk Musyawarah Besar IKA SMANDA, Smanda Festival, Smanda Chess Cup Piala Gubernur, Smanda Olympic in Wonderland, Smanda Dialog, Fun Run, serta puncak acara “Gempita SMANDA Bangga” yang akan digelar Desember mendatang.
“Lebih dari 2.000 alumni hadir langsung dan ribuan lainnya mengikuti secara daring. Ini bukti kuat bahwa SMANDA bukan sekadar sekolah, tetapi rumah kedua bagi kita semua,” ujar Marindo.
Perayaan ini juga diwarnai dengan pembacaan Deklarasi Gotong Royong Alumni, peluncuran logo baru IKA SMANDA, lomba poco-poco, dan kegiatan donor darah.
Gubernur Mirza menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh alumni untuk berperan aktif mendukung pendidikan.
“Prestasi kita hari ini berawal dari tiga tahun di SMANDA. Mari kita bergotong royong membalas budi kepada sekolah yang telah berkontribusi besar membentuk kita pada hari ini,” pungkasnya. (Rls/SA)











