“Kalau kita di posko, masjid di sini tidak ada yang urus. Jadi mau gak mau saya dan keluarga harus pindah ke sini supaya lebih dekat dengan masjid dan sekaligus bisa mengurus masjid,” terangnya.
Ahmad menuturkan, sejak hampir sepekan tinggal di tenda terpisah, dirinya beserta keluarga memerlukan bantuan karena memang lokasi tenda di atas dan sulit dijangkau.
“Jadi kami menggunakan peralatan dan perlengkapan seadanya. Kita pakai terpal masjid, di sini kita masih butuh terpal karena kita tidak tahu sampai kapan memakai terpal,” paparnya.
“Selain itu kita perlu tikar buat alas tidur dan yang pasti obat-obatan ya, karena saya juga terluka tertimpa puing saat sedang sembahyang,” sambungnya.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan untuk keperluan bahan pangan dan sembako biasanya mendapatkan dari posko pusat.
“Iya biasa dapet bantuan jatah nasi, tapi kita harus turun dulu ke bawah. Kalau dari pemerintah setempat sendiri belum ada yang nengok ke sini,” terangnya.
Diketahui dalam penyaluran logistik ini, SMSI Bandar Lampung menyalurkan obat-obatan, tenda, beras, minyak, mi instan, sarden dan tikar, serta perlengkapan mandi yang rencananya akan disalurkan ke korban gempa Cianjur lainnya. (Rls/SA)











