Nasional

SNI Keran Air Dukung Efisiensi Penggunaan Air untuk Hadapi Krisis Air Bersih

36
×

SNI Keran Air Dukung Efisiensi Penggunaan Air untuk Hadapi Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
SNI Keran air suplai untuk kepentingan domestik. (Ist)

5W1HIndonesia.id, Jakarta – Perubahan iklim telah memberikan dampak salah satunya terhadap masalah ketersediaan air bersih. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mulai mendorong penggunaan air bersih yang efisien.

Produk plumbing yang berkualitas memberikan peran penting dalam upaya efisiensi penggunaan air bersih tersebut.

Demikian disampaikan Direktur Pengembangan Standar Mekanika, Energi, Elektroteknika, Transportasi, dan Teknologi Informasi BSN, Y. Kristianto Widiwardono di Jakarta pada Sabtu (27/8/2022).

Baca Juga  Ciptakan Kemandirian Ekonomi, YBM PLN Targetkan 96 Kelompok Usaha Cahaya Terbentuk Tahun Ini

Akibat perubahan iklim di Indonesia, kata Kris, biasa disapa), mulai dirasakan pada beberapa wilayah yang saat ini sedang mengalami krisis air bersih.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 25 Agustus 2022, tercatat sudah ada 38 desa yang mengalami krisis air bersih.

Demikian pula BPBD Gunungkidul, Yogyakarta, melaporkan bahwa lebih dari 120.000 warga mulai kekurangan air bersih.

Baca Juga  Sambut Puasa Ramadan 2021, Andria Lottie Beri Promo Paket Skin Care

Untuk mengantisipasi krisis air bersih, maka mau tidak mau, efisiensi penggunaan air perlu untuk digalakkan.

Pemerintah saat ini telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau yang juga mengatur tentang efisiensi penggunaan air untuk bangunan hijau.

Baca Juga  Refleksi BSN Tahun 2023: BSN Terus Genjot UMK Raih SNI

Merujuk pada Permen tersebut, salah satu yang menjadi parameter efisiensi penggunaan air adalah penggunaan keran yang mengatur laju aliran air yang memiliki efisiensi tinggi.

Menurut Kris, Permen PUPR tersebut sejalan dengan pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dilakukan BSN. “BSN menetapkan SNI keran air suplai untuk keperluan domestik,” jelas Kris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *