5W1HIndonesia.id, Pesawaran – Desa Sungai Langka merupakan sebuah desa yang bertempat di lereng gunung yang sangat subur, dan termasuk wilayah Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.
Desa Sungai Langka adalah sebuah desa dengan masyarakat yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani, terutama pertanian dan sayur mayur, seperti cabai, tomat dan sayur-sayuran.
Dengan merebaknya wabah Covid-19, masyarakat di desa ini, yang sebelumnya hidup tenang, makmur dan tentram, juga ikut terdampak pandemi Covid-19.
Perekonomian keluarga menjadi terganggu bahkan boleh dikatakan terpuruk, hal ini terlihat seperti dengan meningkatnya jumlah pengangguran di desa tersebut atau hasil pertanian yang menjadi andalan keluaga tidak lagi mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.
Kondisi perekonomian ini, menjadi motivasi yang kuat, bagaimana upaya mengembalikan perekonomian keluarga sehingga perlu pemberdayaan masyarakat terutama perempuan usia produktif di Desa Sungai Langka ini.
Maka dibuatlah program Pemberdayaan Sumber Daya Manusia melalui produksi taplak meja khas Lampung untuk meningkatkan ekonomi keluarga di masa pandemi.
Kaprodi Ilmu Penerintahan FISIP Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), Eny Inti Suryani, M.I.P menjelaskan bahwa pembuatan taplak meja khas lampung yang biasa disebut motif Celugam, sebenarnya metodenya sederhana, tetapi memerlukan ketelitian serta ketelatenan yang tinggi.
Taplak ini memerlukan kain dasar yang mempunyai warna pokok merah, orange , hitam dan putih.
“Masing-masing kain dasar tersebut dipotong-potong menjadi segitiga-segitiga kecil, yang kemudian dipadukan seperti belah ketupat,” paparnya, Jumat (31/12/2021).
Setelah masing-masing warna orange dan merah serta hitam dan putih dipadukan, selanjutnya dirangkai menjadi suatu paduan kombinasi yang kreatif dan menarik.
Pembuatan taplak dan sarung bantal kursi ini, lebih banyak mengandalkan keterampilan tangan secara manual dan ketelitian yang tinggi, karena memadukan potongan-potongan kain segitiga yang kecil-kecil kemudian dijahit dirangkai menjadi paduan warna yang serasi.
“Karena keunikan dan tingkat kesulitan serta dibuat secara manual, maka taplak meja dan sarung bantal kursi ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,” paparnya.
Program ini diikuti oleh ibu-ibu warga Desa Sungai Langka khususnya Dusun Vi Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, berjumlah 10 orang yang nantinya di masa mendatang akan menjadi pionir pemberdayaan perempuan di Desa Sungai Langka ini
Program ini diikuti dengan sangat antusias, yang tergambar dengan tingkat kehadiran yang tinggi ketika jadwal pendampingan berlangsung setiap Hari Kamis dan Hari Minggu selama 2 bulan.
“Mudah-mudahan program ini tidak hanya berhenti sampai di sini tetapi tetap berkelanjutan di masa mendatang sekaligus menjalin silahturami dengan warga Desa Sungai Langka yang ramah tamah ini,” pungkasnya. (Rls/SA)










