Hal tersebut ditandai dengan menungkatnya persentase dari 27,28% di Tahun 2016, menjadi 18,5% di Tahun 2021, dan 15,2% di Tahun 2022.
Pencapaian di tahun 2022 tersebut menempatkan Provinsi Lampung pada peringkat ke-3 sebagai Provinsi dengan stunting terendah se-Indonesia.
Senen mengatakan bahwa pencapaiam tersebut akan terus ditingkatan serta Provinsi Lampung memiliki target 14 persen pada tahun 2024.
“Saya yakin Insyaallah kita pasti akan mencapai hal tersebut,” ujarnya.
Senen mengajak stakeholder terkait dan seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua untuk memberikan dukungan penuh program yang digagas oleh Pangdam II Sriwijaya serta aktif terlibat dan mendukung kelancaran pelaksanaan Dapur Masuk Sekolah.
“Bersama-sama, kita dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi dan terbebas dari stunting,” tegasnya.
Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin mengatakan bahwa saat ini program Dapur Masuk Sekolah secara rutin diadakan pada setiap hari Jum’at dan hanya menyasar pada sati Sekolah Dasar.
Ia berharap dengan dukungan stakeholder dan seluruh elemen masyarakat, program ini dapat menyasar lebih dari satu sekolah ke depannya. (Rls/SA)











