oleh

Unila Dorong Perwujudan Desa Ekowisata di Merak Belantung

5W1HIndonesia.id, Lampung Selatan Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan kegiatan pengabdian desa binaan di Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan.

Ada empat tim pengabdi yang ditempatkan di Desa Merak Belantung
yang berasal dari beragam disiplin ilmu, mulai dari ilmu sosial, hukum, dan kependidikan.

Salah satu tim pengabdi yang diketuai Prof. Dr. Yulianto mengangkat tema pengabdian tentang “Pendampingan dan Penerapan Community Based Tourism/CBT di Desa Merak Belantung dalam mewujudkan Desa Ekowisata”.

Yulianto menjelaskan bahwa aktivitas pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu tridarma perguruan tinggi kerap dilakukan oleh Unila setiap tahunnya.

Baca Juga  Kadiskes Bandar Lampung: Vaksin Covid-19 Masih Efektif Lawan Mutasi Virus Corona B.1.1.7

“Pada 2021 ini, Desa Merak Belantung terpilih untuk dijadikan Desa Binaan Universitas Lampung dan melalui skema pengabdian desa binaan ini, diharapkan desa-desa yang menjadi mitra dapat terbantu baik cara kelembagaan, professionalisme, dan maupun dalam menerapkan teknologi tepat guna,” paparnya dalam rilis yang diterima, Kamis (7/10/2021).

Pengabdian desa binaan di Merak Belantung, sambung Yulianto, telah dilaksanakan selama lima bulan terakhir dimulai sejak April 2021.

Baca Juga  Kadishub Dinyatakan Positif Covid-19, Kantor Dishub Bandarlampung Ditutup Selama Tujuh Hari

“Tim pengabdi telah melakukan banyak aktivitas mulai dari penyuluhan tentang CBT, melakukan pemetaan potensi desa, pendampingan penguatan kapasitas kelompok sadar wisata, hingga pemberian bantuan alat perlengkapan penunjang Pokdarwis,” bebernya.

Menurutnya, Desa Merak Belantung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan yang memiliki banyak potensi wisata.

“Sebagai salah satu desa yang terletak di wilayah pesisir, Desa Merak Belantung memberikan beragam alternatif pilihan destinasi wisata yang masih bersifat alami,” terangnya.

Baca Juga  Jadi Keynote Speaker Seminar di FEB Unila, Gubernur Arinal Paparkan Smart Government, Smart Economy dan Smart People

Setidaknya terdapat lima potensi sumberdaya wisata yang dapat dikembangkan lebih lanjut di Desa Merak Belantung, diantaranya: wisata ekosistem mangrove, aliran sungai mangrove, muara sungai dan pantai, kesenian tari, dan kerajinan tangan.

“Selain itu, terdapat alternatif pengembangan ekowisata yang mencakup aktivitas fotografi (photography), berenang (swimming), pengamatan burung (bird watching), berkano (canoeing), menyusuri hutan
mangrove (mangrove walk), dan memancing (fishing),” pungkasnya. (Rls/SA)

(Visited 14 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed