Bandar LampungLampungPemerintahan

Yusuf Kohar : Soal Itu Nanti Saja Ya

34
×

Yusuf Kohar : Soal Itu Nanti Saja Ya

Sebarkan artikel ini

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar belum mau memberikan tanggapan terkait dengan aksi ratusan lurah se Bandar Lampung yang meminta klarifikasi terkait pernyataan tentang PKH.

Ia menyatakan bahwasannya belum ingin memberikan pernyataan apapun saat dikonfirmasi hal tersebut.

“Soal itu nanti saja ya, nanti dulu,” timpalnya singkat tanpa ada keterangan lebih lanjut, Rabu (22/1/2020).

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 126 lurah se Kota Bandar Lampung menggeruduk kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, Rabu (22/1/2020).

Baca Juga  Tinjau Lokasi Banjir, Walikota Eva Dwiana Kerahkan Alat Berat Angkut Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik

Aksi tersebut lantaran pernyataan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar terkait Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai carut marut di tingkat kelurahan.

Pernyataan tersebut sempat disampaikannya melalui media sosial (medsos) dan juga forum-forum pertemuan dengan masyarakat.

Ketua Forum Lurah Kota Bandar Lampung, Rosbandi menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan untuk menyampaikan pendapat.

Baca Juga  5.000 Penyandang Disabilitas Senam dan Jalan Sehat Bersama, Pecahkan Rekor MURI

“Karena kita punya hak jawab terkait apa yang disampaikan di publik,” ungkapnya

Menurutnya, maksud dan tujuan aksi yang dilakukan adalah untuk memberikan hak jawab terkait pernyataan bapak wakil wali kota tersebut.

“Kami merasa terganggu atau tersinggung apa yang disampaikan karena kami pemerintah bekerja sudah semaksimal mungkin,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Hendri, Lurah Kedamaian. “Terkait carut marut pendistribusian seperti PKH itu. Ini yang perlu kita luruskan karena program ini sudah hadir di tahun 2015,” paparnya.

Baca Juga  Walikota Eva Dwiana Buka TMMD Imbangan 2022 di Kampung Kihung, Teluk Betung Barat

Ia menerangkan bahwa data itu sudah ada dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan diminta untuk memverifikasi.

“Dan tim verifikator yang memverifikasi data yang diusulkan. Jadi kita tidak bisa usulkan sendiri dan tidak benar infonya kalau kenal RT/camat bisa,” ungkapnya. (SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *