EKBISLampungPesawaran

OJK Provinsi Lampung dan BEI Perwakilan Lampung Ajak Santri dan Pengurus Ponpes Melek Pasar Modal Syariah

46
×

OJK Provinsi Lampung dan BEI Perwakilan Lampung Ajak Santri dan Pengurus Ponpes Melek Pasar Modal Syariah

Sebarkan artikel ini
OJK Provinsi Lampung bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menyelenggarakan kegiatan Capital Market goes to Pesantren || Foto: Istimewa

5W1HIndonesia.id, Pesawaran – Sebagai bentuk program peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di bidang pasar modal syariah, OJK Provinsi Lampung bersama dengan Bursa Efek Indonesia Perwakilan Lampung menyelenggarakan kegiatan Capital Market goes to Pesantren dengan tema “Inklusi Keuangan Meningkat Perekonomian Semakin Kuat” bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Minhadlul Ulum, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

Baca Juga  Kinerja Industri Jasa Keuangan Terjaga, OJK Lampung Optimis Tren Positif Terus Berlanjut

“Ini merupakan kali pertama kami mengadakan edukasi Pasar Modal khusus di lingkungan Pondok Pesantren. Biasanya, kami melakukan edukasi dengan peserta yang berasal dari berbagai universitas atau sekolah umum,” ujar Herwan Achyar, Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal, IKNB, dan EPK OJK Provinsi Lampung, dalam rilis yang diterima Kamis (20/10/2022).

Baca Juga  Lampung Sabet Penghargaan Provinsi Terbaik Dalam Inovasi Pengembangan Akses Keuangan di Sektor Pertanian dalam TPAKD Award 2021

“Kami memandang bahwa penting untuk mengenalkan produk dan layanan keuangan di lingkungan Ponpes selama tidak bertentangan dengan prinsip syPerwakilanOJK Provinsi Lampung dan BEI Perwakilan Lampung Ajak Santri dan Pengurus Ponpes Melek Pasar Modal Syariahariah karena Ponpes sudah menjadi bagian penting dari pemberdayaan umat dan masyarakat,” sambungnya.

Baca Juga  Inklusi Keuangan, Solusi Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Herwan Achyar menjelaskan, berdasarkan Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2016, indeks literasi pasar modal syariah sebesar 0,01%, sedangkan indeks inklusinya sebesar 0,02%.

Sementara itu, indeks literasi dan inklusi perbankan Syariah masing-masing sebesar 6,6% dan 9,6%. Pada tahun 2019, indeks literasi keuangan syariah baru mencapai 8,93%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *