Bandar LampungEKBISLampungPemerintahan

Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Bahas Stok Pangan Jelang Akhir Tahun

33
×

Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Bahas Stok Pangan Jelang Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, di Ruang Command Center Lt.II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, di Ruang Command Center Lt.II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, di Ruang Command Center Lt.II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (4/11/2024).

Di dalam rakor, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa Komoditas Penyumbang andil kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) terbesar di Pulau Jawa adalah cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras.

Baca Juga  Lampung Kembali Raih Medali Perunggu dari Cabang Renang di Pornas Korpri XVII 2025

Kemudian, kenaikan IPH di Pulau Sumatra didominasi oleh daging ayam ras dan bawang merah.

Sesuai data BPS, harga bawang merah meningkat mencapai 8,89% dibanding September 2024. Harga daging ayam ras naik 1,95%, minyak goreng naik 0,89%, dan gula pasir naik 0,22%.

Baca Juga  Pawai Budaya dan Kendaraan Hias Bandar Lampung 2024: Rute, Peserta, dan Pengalihan Arus Lalu Lintas

Ini membuat daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam menjadi penyumbang utama inflasi Oktober.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menambahkan bahwa yang perlu menjadi perhatian khusus di tingkat produsen adalah cabai merah keriting karena saat ini berada di bawah harga acuan pemerintah, sehingga petani bisa terdampak.

Baca Juga  Eks PJ Gubernur Lampung Samsudin Diperiksa Kejati soal Dugaan Korupsi Dana PI WK OSES

“Bila harga di wilayah rendah lakukan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan dorong ke daerah yang (harganya) mahal. Cara ini dapat dilakukan di provinsi atau kota lainnya untuk menjadi pola ketahanan para produsen dan petani kita,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *