5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Pemerintah kota Bandar Lampung terus berupaya melakukan pengendalian banjir yang acap kali terjadi saat hujan turun.
Terakhir, kota Bandar Lampung di guyur hujan pada, Kamis (27/2/2025) yang mengakibatkan sejumlah kawasan terendam banjir. Selain karena curah hujan, air kiriman dari kabupaten penyangga juga menjadi penyebab terendamnya beberapa wilayah di kota Bandar Lampung.
Sukarma Wijaya selaku Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra mengatakan salah satu penyebab parahnya banjir di Bandar Lampung karena rusaknya wilayah hulu di register 17 dan register 19 akibat pemukiman yang banyak tumbuh mengurangi wilayah tangkapan air.
“Selain itu, berkurangnya pohon di wilayah hulu yang bisa menahan run off air juga menjadi salah satu masalah, serta kurangnya ruang terbuka hijau (RTH),” kata Sukarma saat memberikan keterangan di ruang rapat Disdukcapil pada, Kamis (27/2/2025).
13 Langkah Kongkret Pemkot Bandar Lampung
Oleh karenanya, Sukarma yang di dampingi oleh Asisten dan kepala OPD terkait telah merumuskah 13 langkah jitu untuk menangani permasalahan banjir di kota Bandar Lampung.
Adapun 13 langkah yang dimaksud yaitu:
-
Kerja Sama Antar Kabupaten dan Kota
Pemkot Bandar Lampung akan bekerja sama dengan Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan untuk memelihara wilayah di catchment area di register 17 dan register 19.
-
Perbaikan Sistem Drainase
Sistem drainase akan diperbaiki dengan cara memperlebar dimensi dan memperdalam drainase, namun tetap memperhatikan kontur alur drainase.
-
Normalisasi Sungai
Normalisasi sungai secara rutin dengan fasilitas BBWS akan dilakukan untuk beberapa sungai besar.
-
Pemeliharaan Drainase
Pemeliharaan drainase secara rutin dari sampah dan sediment akan dilakukan.
-
Peninggian Talut
Pemkot Bandar Lampung akan melakukan peninggian beberapa talut di sepanjang sungai.
-
Penanaman Pohon dan Ruang Terbuka Hijau
Penanaman pohon dan peningkatan ruang terbuka hijau akan dilakukan untuk menahan run off air dan meningkatkan kualitas udara.
-
Early Warning System
Pemasangan Early Warning System akan dilakukan di sekitar register 17 dan 19 yang konturnya rendah atau dekat dengan lereng.
-
Pembuatan Embung dan Sumur Resapan
Embung dan sumur resapan akan dibuat, serta jalur evakuasi untuk mempermudah jika terjadi banjir. Sukarma juga mengatakan akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, terutama terkait sampah, dan memberikan pemahaman tentang risiko tinggal di lereng dan bantaran sungai.











