LampungPemerintahanPesawaran

Respon Penyebaran Kasus DBD, Puskesmas Kalirejo Pesawaran Gelar Serangkaian Upaya Mitigasi

45
×

Respon Penyebaran Kasus DBD, Puskesmas Kalirejo Pesawaran Gelar Serangkaian Upaya Mitigasi

Sebarkan artikel ini
Aparatur desa telah mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan dan bekerja sama dengan Puskesmas dalam pelaksanaan fogging
Aparatur desa telah mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan dan bekerja sama dengan Puskesmas dalam pelaksanaan fogging

5W1HIndonesia.id, Pesawaran – Menyikapi ancaman peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama musim penghujan, Puskesmas Kalirejo melakukan serangkaian upaya mitigasi di Desa Karang Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Senin (13/1/2025).

Kegiatan ini meliputi penyuluhan, pemberian serbuk Abate (abatesasi), fogging, serta Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk mendeteksi keberadaan jentik nyamuk.

Kegiatan fogging dan abatesasi dilakukan di tiga dusun, sementara penyuluhan dilaksanakan di Balai Desa setempat dengan menyasar aparatur desa, kader PKK dan Posyandu, serta masyarakat umum guna memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan pola hidup bersih.

Baca Juga  Jatim Dominasi Emas Pada Open Water Swimming Pesawaran, Akbar dan Izzy Unjuk Gigi!

Kepala Puskesmas Kalirejo Bety Nilasari, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan sebagai respons atas laporan ditemukannya kasus DBD di desa tersebut.

Kondisi cuaca di musim penghujan membuat risiko penyebaran penyakit DBD semakin cepat. Untuk itu, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat penting untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus DBD.

Baca Juga  Hari Ini, 69.298 Pekerja di Bandarlampung Terima Program Bantuan Rp 600 Ribu

Bety mengatakan, gejala DBD harus ditangani dengan cepat dan dikenali oleh masyarakat. Gejala awal DBD yang biasanya timbul antara lain, seperti demam tinggi mendadak selama 2-7 hari, pendarahan ringan, bintik merah pada kulit, dan penurunan trombosit.

“Ketika di rumah ada yang terkena gejala, siapkan dulu obat yang paling sederhana parasetamol bisa diminum, ketika paginya tak kunjung turun maka bisa dibawa ke Puskesmas terdekat,” tuturnya.

Baca Juga  Gubernur Lampung Tanam Mangrove dan Tinjau Inovasi Appostrap di Pesawaran

Kepala Desa Karang Rejo Sutri Edi, menyambut baik langkah cepat yang diambil Puskesmas Kalirejo dalam merespon kasus DBD di lingkungannya.

Berdasarkan laporan yang diterima, Edi mengatakan ada dua warganya yang dinyatakan positif DBD. Untuk itu dengan adanya kegiatan ini, ia berharap tidak terjadi lonjakan kasus DBD di kemudian hari.