Bandar LampungBUDPAREKBISLampung

Kisah Toto Heriyanto Kembangkan Pulau Pasaran dari Ikan Teri Hingga Potensi Pariwisata

177
×

Kisah Toto Heriyanto Kembangkan Pulau Pasaran dari Ikan Teri Hingga Potensi Pariwisata

Sebarkan artikel ini

5W1HIndonesia.id, Bandarlampung – Pulau Pasaran yang terletak di teluk Lampung sudah sejak lama dikenal sebagai sentra ikan teri dengan kualitas nomor satu di Provinsi Lampung.

Hasil olahan ikan teri di Pulau Pasaran sudah tersohor hingga ke luar Pulau Sumatera.

Tak sedikit pedang-pedagang retail yang berada di Pulau Jawa meminta pasokan berbagai jenis ikan teri dari pulau yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandarlampung ini.

Baca Juga  Seiring Kenormalan Baru, OJK Lampung Menilai Pertumbuhan Ekonomi Lampung Membaik

Namun rupanya, pesona Pulau Pasaran tak semata-mata soal ikan teri dan teknik pengolahannya yang profesional.

Toto Heriyanto sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di bawah naungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memaparkan terdapat banyak sekali potensi pariwisata yang jika dikelola dengan baik akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Baca Juga  Gubernur Arinal Melantik dan Mengambil Sumpah Jabatan Aswarodi sebagai Penjabat Bupati Lampung Utara

“Orang kan tahunya hanya pengolahan ikan teri, padahal di sini ada banyak potensi pariwisata seperti spot memancing di keramba, edukasi pengolahan ikan teri yang baik dan juga bisa menjadi tempat untuk menyebrang ke pulau-pulau yang ada di Lampung ini,” terang Toto saat ditemui di Pulau Pasaran, Selasa (8/12/2020).

Baca Juga  Dukung Instruksi Presiden, Pemprov Lampung Laksanakan KORVE di Teluk Betung Timur

Lanjut Toto menerangkan, salah satu kendala yang sampai saat ini belum teratasi adalah minimnya infrastruktur, terutama jalur menuju Pulau Pasaran.

Jembatan yang sudah dibangun pada era kepemimpinan Gubernur Sjahroedin ZP kini kondisinya sudah cukup memprihatinkan.

Selain infrastruktur jalur transportasi, kesadaran masyarakat sekitar yang masih minim akan pariwisata menjadi kendala lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *