Uncategorized

Kecanduan Game PUBG, Anak 16 Tahun Habiskan Hingga Rp195 Juta

33
×

Kecanduan Game PUBG, Anak 16 Tahun Habiskan Hingga Rp195 Juta

Sebarkan artikel ini

5W1HIndonesia.id, Teknologi – Seorang anak di Mumbai, India yang masih berusia 16 tahun nekat menghabiskan uang 1 juta rupee atau dirupiahkan sekitar Rp195 juta lantaran kecanduan game PUBG.

Dilansir dari India Today, kejadian berawal saat sang anak mengatakan bahwa ia memerlukan sejumlah uang untuk game PUBG. Dimana dirinya mendapatkan akses rekening bank dari orang tuanya sendiri. Lantas orang tuanya memberikan izin untuk menggunakan rekening tersebut.

Baca Juga  Cara Prediksi Wajah Anak dengan Pasangan, Ini Aplikasinya

Tak disangka-sangka remaja 16 tahun yang sudah terlanjur candu terhadap game PUBG ini justru menghabiskan uang di rekening hingga 1 juta rupee untuk membeli uang virtual.

Tak tinggal diam orang tuanya pun menegur sang anak agar tak menggunakan uang di rekening secara berlebihan. Bukannya mengerti, remaja ini justru kabur dari rumahnya pada Selasa (24/8/2021) dengan meninggalkan catatan yang bertuliskan ‘selamat tinggal’.

Selanjutnya pada Rabu (25/8/2021) orang tuanya mengajukan laporan orang hilang ke polisi hingga pihak berwajib meluncurkan operasi pencarian besar-besaran.

Baca Juga  Penyuluhan Hukum, Prajurit dan PNS Korem 043/Gatam Terima Materi dari Kumdam II/Sriwijaya

Tak berselang lama, Kamis (26/8/2021) sore polisi setempat berhasil menemukan sang anak setelah mendapatkan informasi dari teman-teman sekelasnya dan memeriksa beberapa rekaman CCTV.
Remaja ini ditemukan di lokasi yang sedikit jauh dari rumahnya. Polisi kemudian membawa anak tersebut ke orang tuanya dan berpesan agar tidak memarahi sang anak terlalu keras.

Baca Juga  Lirik Dan Chord Lagu Pink Sweat At My Worst

“Kami telah memberi tahu orang tua untuk tidak membuatnya stress dengan terlalu banyak pertanyaan,” kata deputi polisi, Datta Nalawade, dilansir dari Times Now News.

Diketahui, game PUBG sendiri telah dilarang di India sejak September 2020 lalu. Game tersebut masuk ke dalam aplikasi yang terafiliasi dengan perusahaan China yang dicurigai pemerintah India menyalahgunakan data warga negaranya. (FO/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *