Seiring waktu, saya mencoba untuk menggunakan Resistance Band, sebuah alat bantu untuk olahraga yang berbentuk tali dari bahan karet. Sangat membantu karena bobot nya bisa sampai 5 kilogram dari 1 karet.
Selain berolahraga, saya berusaha untuk mengurangi minuman kemasan baik soda maupun non soda. Tapi untuk mie instant, uhhh … saya belum bisa lepas dari jerat kenikmatan bumbu yang bisa menelanjangi lidah saya.
Untuk menunjang percepatan pemulihan tenaga, saya mencoba untuk meminum susu. Tadinya, kepincut sama susu mahal yang seminggu bisa 300 ribu. Tapi, mengingat isi kantong yang kurang memadai, akhirnya saya putuskan untuk meminum susu kambing.
Olahraga dan minum susu kambing serta pola makan yang terjaga rupanya membuahkan hasil. Hanya dalam satu minggu, sekarang berat badan saya naik hampir 5 kilogram. Awalnya 45 kilogram, sekarang sudah 49.30 kilogram dalam kondisi lapar.
Jauh sebelum ini saya sempat bertemu dengan senior saya semasa sekolah dulu. Badannya kurus kering seperti mayat hidup, tapi sekarang berubah tinggi besar dan pernah ikut Body Contest. Sayangnya, saya belum sempat swaselfie dengan dia.
Apa yang dilakukan dia sangatlah simple. Yaitu tidur dibawah jam 10, makan tidak ada pantangan, olahraga, bangun pagi dan minum susu. Susu apapun itu yang penting susu!
Setelah saya coba praktikan ternyata memang benar. Mungkin bagi pembaca dimanapun kalian bisa mencoba praktikan tips yang terbilang mudah ini.
Memang pada dasarnya kurus ataupun gemuk tergantung pada gen dari keluarga masing-masing. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba mempebaiki keturunan dimulai dari diri sendiri.
Dan satu lagi, dalam melakukan apapun harus mempunyai tujuan untuk memotivasi diri agar keluar dari zona nyaman. Jadi, tentukan tujuan kalian terlebih dahulu dan mulai langkahkan kaki untuk perubahan diri yang lebih baik!
____________
Disclaimer: Artikel ini ditulis oleh M. Ridho berdasarkan pengalaman pribadi.






