Bandar LampungLampung

APBD 2026 Bandar Lampung Diteken! Wali Kota Eva: Tetap Efisien & Pro-Rakyat Meski Dana Pusat Anjlok

54
×

APBD 2026 Bandar Lampung Diteken! Wali Kota Eva: Tetap Efisien & Pro-Rakyat Meski Dana Pusat Anjlok

Sebarkan artikel ini
Walikota Eva Dwiana saat memberikan jawaban atas pandangan umum delapan fraksi DPRD dalam Sidang Paripurna Pembicaraan Tingkat I Raperda APBD Tahun Anggaran 2026 di Gedung DPRD || Foto: Ridho/5W1HINDONESIA.ID
Walikota Eva Dwiana saat memberikan jawaban atas pandangan umum delapan fraksi DPRD dalam Sidang Paripurna Pembicaraan Tingkat I Raperda APBD Tahun Anggaran 2026 di Gedung DPRD || Foto: Ridho/5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 akan dijalankan dengan prinsip efisiensi, transparansi, dan keberpihakan pada kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.

Penegasan tersebut disampaikan Eva saat memberikan jawaban atas pandangan umum delapan fraksi DPRD dalam Sidang Paripurna Pembicaraan Tingkat I Raperda APBD Tahun Anggaran 2026 di Gedung DPRD Kota, Senin (10/11).

Baca Juga  Jalan Yos Sudarso Kerap Tergenang Air Saat Hujan, Eva Dwiana Minta Balai Ambil Peran

Pendapatan Anjlok, PAD Jadi Juru Selamat

Dalam paparannya, Eva mengakui adanya penurunan pendapatan daerah yang cukup signifikan. “Terjadi penurunan pendapatan daerah sebesar 8,53 persen. Ini disebabkan oleh menurunnya transfer dari pemerintah pusat hingga Rp286 miliar atau sekitar 17,67 persen,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkot Bandarlampung tetap optimistis. Penurunan dana pusat ini akan disikapi dengan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Strateginya meliputi digitalisasi sistem pajak, validasi data wajib pajak, penguatan regulasi, hingga penegakan hukum.

“Kami menargetkan PAD tahun 2026 dapat mencapai 42,47 persen dari total pendapatan daerah,” ujar Eva.

Baca Juga  Capai Target PAD 2021, Wali Kota Herman HN Minta UPT Jemput Bola

Fokus Pembangunan: Pendidikan, Kesehatan, hingga Ekonomi Kreatif

Pembangunan di tahun 2026 akan difokuskan pada empat sektor utama: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi kerakyatan.

  • Pendidikan: Dianggarkan untuk rehabilitasi sekolah rusak dan peningkatan kompetensi guru.

  • Kesehatan: Layanan kesehatan akan didigitalisasi melalui aplikasi E-Puskesmas.

  • Infrastruktur: Komitmen untuk perbaikan jalan, drainase, dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

  • Ekonomi: Dorongan kemitraan strategis dengan swasta, serta penguatan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis budaya Lampung.

Atasi Macet dan Sulap Pesisir Jadi Ikon Wisata

Menanggapi saran Fraksi PKS, Wali Kota Eva menegaskan Pemkot terus menindaklanjuti Masterplan Transportasi Kota. Upaya mengatasi kemacetan akan dilakukan dengan pembangunan flyover, underpass, dan sistem Area Traffic Control System (ATCS).

Baca Juga  Vaksinasi Ibu Hamil dan Anak-Anak, Dinkes Bandar Lampung Tunggu Instruksi Kemenkes

Tak hanya itu, sektor pariwisata juga menjadi perhatian. “Kawasan pesisir akan ditata menjadi ikon wisata baru yang tertata dan berkelanjutan,” tegasnya.

Eva menutup dengan janji bahwa seluruh pembiayaan daerah, termasuk yang bersumber dari pinjaman dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA), akan diarahkan untuk kegiatan produktif seperti pembangunan RSUD baru, pengadaan alat kesehatan, dan penataan trotoar.

“Kami berkomitmen menjalankan APBD dengan prinsip efektif, efisien, dan ekonomis agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.