“Apalagi lagi Covid-19, kita bagaimana mendorong ekonomi kita supaya tumbuh di Kota Bandarlampung supaya menjadi contoh daerah-daerah lain ini tidak lain bagaimana untuk tenaga kerja kita lebih pro aktif,” tuturnya.
Menurutnya, jika produknya lebih banyak laku otomatis tenaga kerjanya akan bertambah sehingga mengurangi angka pengangguran.
Untuk membantu modal UMKM dan IKM, pihaknya melalui perbankan yaitu melalui Bank Waway tempo hari sekitar Rp 10 miliar dan terus bergulir pinjaman-pinjaman.
“Sedangkan pemasaran, pemerintah bersama dengan pengusaha memasarkan di tingkat lokal dan provinsi dan juga nasional serta internasional,” tandasnya.
Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian Kota Bandarlampung, Herliwaty alat kemasan tersebut untuk saat ini tidak diperbantukan tapi dipinjamkan secara gratis bagi IKM yang belum mempunyai mesin-mesin kemasan.
“Jadi siapa saja IKM boleh datang ke Dinas Perindustrian untuk memakai alat-alat kemasan yang ada di kita,” paparnya.
Menurutnya, jumlah alat kemasan yang tersedia saat ini ada 10 unit terdiri dari vacuum sealer 2 unit, hand selaer 2 unit, continuous sealer 3 unit dan cup sealer 3 unit. (SA)











