“Kuncinya adalah bagaimana anak-anak muda punya bekal yang cukup untuk memilah dan memilih informasi dan pengetahuan yang didapat, termasuk informasi yang bisa mengarah kepada ekstremisme dan terorisme,” katanya.
Wagub Nunik berpendapat ada beberapa ciri yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal yaitu sikap intoleran atau tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain, sikap fanatik yang selalu merasa benar sendiri dan menganggap orang lain salah, sikap eksklusif serta sikap revolusioner.
Ia berharap semua pihak dapat bergandengan tangan untuk menutup rapat semua celah bibit perpecahan, ekstremisme, fanatisme dan terorisme kepada anak muda.
Wagub Nunik juga mengajak seluruh peserta dan para pemangku kepentingan terkait untuk bersatu dalam upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan dengan mengedepankan nilai-nilai Pramuka agar dapat menciptakan masyarakat yang damai, harmonis dan terbebas dari ancaman terorisme dan ekstremisme. (Rls/SA)











