5W1HIndonesia.id, Lampung Tengah – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan, dimana pada kesempatan ini bekerjasama dengan Bank Syariah Indonesia, Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia berhasil menggelar kegiatan Product Matching dan Edukasi Produk Keuangan Syariah dan Pasar Modal bagi 500 peserta yang dilaksanakan di Kabupaten Lampung Tengah.
Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK, Darma Wanita, pelaku UMKM, dan masyarakat umum sebagai bagian dari upaya menjadikan masyarakat lebih cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, Ketua TP PKK Lampung Tengah, serta
perwakilan dari Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia Area Lampung, Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung, Badan Pusat Statistik, dan perusahaan sekuritas.
Melalui kolaborasi lintas lembaga, kegiatan ini menjadi wadah sinergi antar pemangku kepentingan dalam memperluas akses layanan keuangan, khususnya keuangan syariah dan pasar modal, kepada masyarakat Lampung Tengah.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung, Bapak Otto Fitriandy,
menyampaikan bahwa potensi pengembangan industri keuangan syariah di Lampung sangat besar, mengingat lebih dari 90% penduduknya adalah Muslim dan Lampung merupakan provinsi dengan jumlah pondok pesantren terbanyak kedua di Sumatra.
Namun demikian, tingkat inklusi keuangan syariah masih di bawah 10%, menjadi catatan penting untuk didorong bersama.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 mencatat literasi keuangan syariah berada di angka 43,42% dan namun tingkat inklusi hanya sebesar 13,41%.











