Prestasi tersebut tentu saja membawa nama harum Kabupaten Tulang Bawang dan Provinsi Lampung di kancah dunia internasional.
Prestasi yang telah diukirnya itu, menurutnya tidak cukup sampai di situ. Nasheha Ali juga memiliki mimpi dan harapan dalam pengembangan UMKM batiknya itu.
Dia berharap ada pihak yang membantunya untuk memberikan fasilitas rumah produksi batik yang akan dijadikan cikal bakal wisata edukasi batik di Tulang Bawang.
Mimpinya tersebut pun akhirnya terjawab dengan diberikannya dana bantuan dari PLN Peduli dalam rangka mendukung perjuangannya untuk mendukung penyandang disabilitas.
Sementara itu, Elok Faiqoh Saptining Ratri, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung mengatakan, melihat potensi yang ada di Rumah Batik Tulis Shiha Ali, maka hadirnya PLN Peduli dalam upaya membantu pengengembangan UMKM memang sangatlah tepat.
Terlebih, menurutnya, UMKM batik tersebut telah memberdayakan kreativitas penyandang disabilitas.
Elok menambahkan bahwa sampai saat ini, PLN tetap fokus terhadap pengembangan UMKM, karena selain sebagai penyedia tenaga listrik, hadirnya PLN harus dapat menjadi pendorong kegiatan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Semoga dengan bantuan yang diberikan ini dapat membantu mewujudkan cita-cita wisata edukasi batik di Tulang Bawang, dan menambah peluang lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” tandasnya. (Rls/SA)
–>











