Ia juga menyatakan keraguan terhadap adanya kecurangan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurutnya, setiap TPS telah diawasi dengan ketat oleh berbagai pihak, termasuk calon anggota legislatif (caleg), partai politik, tim sukses capres-cawapres, utusan Bawaslu, aparat keamanan, dan masyarakat umum.
“Saya yakin dengan sistem pengawasan yang berlapis-lapis seperti ini, peluang terjadinya kecurangan akan sangat minim. Namun, jika memang ada bukti yang kuat mengenai adanya pelanggaran, maka mekanisme pelaporan ke Bawaslu sudah tersedia,” jelasnya.
Pemungutan suara dalam Pemilu Serentak 2024, termasuk Pilpres, telah selesai dilaksanakan. Beberapa lembaga survei telah mengeluarkan hasil quick count untuk mengetahui perkiraan hasil pemilu berdasarkan sampel yang diambil dari berbagai wilayah.
Hasil rata-rata quick count menunjukkan kemenangan bagi pasangan Prabowo-Gibran dengan persentase suara sah di atas 50 persen. Respons terhadap hasil ini, tim dari pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud menyinggung adanya dugaan kecurangan dalam Pilpres.











