oleh

Enam Hari Tidak di aliri Air, Pria Ini Datangi PDAM

Pelanggan Keluhkan Air Tidak Ngalir Hingga Enam Hari

5W1H, Bandar Lampung – Pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Way Rilau Bandar Lampung mengeluhkan air tidak mengalir hingga enam hari.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang pelanggan Misran, warga Puri Way Halim saat diwawancara di gedung PDAM Bandar Lampung pada, Senin (2/12/2019).

“Iya benar kurang lebih sudah enam hari gak ngalir airnya. Sampai sekarang netes aja tidak,” ungkapnya.

Bahkan meteran air tetap berjalan namun hanya angin saja yang keluar. “Kan kadang-kadang kita buka kran terdengar bunyi “ces”. Berarti meter jalan,” tuturnya.

Baca Juga  Berhasil Terungkap, Tiga Pelaku Penyelundupan Narkotika Simpan Sabu di Tower Sutet dan Kuburan

Menurutnya, dampak yang dirasakan olehnya yaitu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jadi susah mandi, mencuci dan lainnya. Akhirnya, saya sampai mandi ke masjid Ad-Du’a Way Halim,” paparnya.

Lanjutnya, ia menuturkan bahwa pelanggan yang terdampak sekitar 20-30 an orang khusus untuk di Puri Way Halim.

“Karena sekarang kan sudah banyak warga di sana pakai bor. Info tidak ngalirnya karena ada perbaikan dan harapannya segera dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Baca Juga  Pelantikan IMBI Lampung 2021-2024, Gubernur Arinal Berharap Para Mogers Jadi Teladan Patuhi Peraturan Lalu Lintas dan Bangkitkan Pariwisata Daerah

Ia menyayangkan bahwasannya tidak ada pemberitahuan terkait dengan kondisi air tidak mengalir tersebut.

“Ya sayangnya kadang pemberitahuan tidak ada. Tahu-tahunya mati jadi kan kesusahan. Ya harusnya ada pemberitahuan dulu ke pelanggan,” pungkasnya.

Hal senada diutarakan Rido, pelanggan PDAM di wilayah Enggal, Bandar Lampung. “Iya benar sudah tiga hari lebih air mati. Dan itu tidak ada pemberitahuan tiba-tiba mati,” jelasnya.

Baca Juga  Satpol-PP Bandarlampung Mulai Amankan Manusia Gerobak

Menurutnya, dampak yang dirasakan pastinya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Jadi sulit air nih gak bisa ngapa-ngapain. Kalau andalkan air sumur tapi tambah biaya listrik karena pakai mesin nyedotnya,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak delapan kecamatan terdampak akibat kondisi kesulitan air PDAM tersebut yaitu Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Tanjungkarang Barat.

Kemudian, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kedaton, Telukbetung Utara, Kedamaian, Enggal, dan Way Halim. (SA)

(Visited 40 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed