Pada sektor perhubungan laut, Arinal menekankan pentingnya pengelolaan pelabuhan pengumpan regional dan pembukaan jalur pelayaran di sungai. Sedangkan di perhubungan udara, Arinal ungkapkan rencananya mengembangkan kawasan kesehatan internasional dan aerotropolis di Bandara Internasional Radin Inten II.
Memanfaatkan kesempatan diskusi ini, Arinal tak lupa menyoroti persoalan kelebihan kapasitas angkut pada sektor Kendaraan Angkutan Barang dan sinergi dalam penanganannya.
Dengan adanya mapping isu strategis dengan rumusan program dan kebijakan strategis yang tepat, diharapakan dapat mengurai permasalahan serta mentransformasikan sistem transportasi yang handal untuk kemajuan Provinsi Lampung khususnya dan Provinsi Bengkulu maupun Pulau Sumatera.
“Semoga Mapping Isu Strategis Program Pembangunan dan Kebijakan Sektor Transportasi Provinsi Lampung dan Bengkulu ini dapat menghasilkan kebijakan strategis yang tepat serta terarah,” tuturnya.
“Sehingga dapat mentransformasikan kemajuan transportasi di Provinsi Lampung khususnya dan Bengkulu maupun Pulau Sumatera,” sambung Gubernur Arinal Djunaidi menutup sambutannya.
Hadir dalam acara ini; Analis Kebijakan Utama Kementerian Perhubungan, Umar Aris; Koordinator Transportasi Darat & Kereta Api Bappenas, Dail Umamil Asri; Pakar Transportasi, Muhammad Isnaeni.
Lalu, Kepala BPTD Kelas II Provinsi Lampung dan Provinsi Bengkulu; perwakilan Bappeda Provinsi Lampung dan Bengkulu; Dekan Fakultas Teknik Unila dan ITERA; dan perwakilan ALFI, MTI, ORGANDA, PELRA, ASPPI, dan INSA. (Rls/SA)











