Sementara itu, prosesi Jamasan Pusaka bukan sekadar membersihkan benda-benda pusaka, tetapi merupakan simbol penghormatan terhadap sejarah, jasa para pendahulu, serta nilai-nilai perjuangan yang diwariskan kepada generasi penerus.
“Pusaka menjadi berharga karena mengingatkan kita tentang keteguhan, kebijaksanaan, persatuan, dan semangat gotong royong yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya. Menurutnya, pelestarian budaya harus diiringi dengan upaya mengenalkan sejarah, filosofi, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya agar tumbuh rasa bangga untuk melestarikannya.
Gubernur juga mengapresiasi semakin banyaknya anak muda yang mempromosikan budaya melalui berbagai karya kreatif, seperti media digital, film pendek, hingga komunitas seni, sehingga budaya lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
“Saya berharap Suran dan Jamasan Pusaka Nusantara terus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta mengingatkan kita bahwa kemajuan akan selalu lebih kokoh apabila dibangun di atas akar budaya yang kuat,” tandasnya. (Rls/SA)











