Bandar LampungLampungPemerintahan

Gubernur Lampung Buka Ijtima Ulama dan Umara, Tekankan Persatuan untuk Jaga Keutuhan Bangsa

40
×

Gubernur Lampung Buka Ijtima Ulama dan Umara, Tekankan Persatuan untuk Jaga Keutuhan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal membuka Ijtima’ Ulama dan Umara yang digelar MUI Provinsi Lampung di MUI Provinsi LampungBallroom Hotel Horison || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal membuka Ijtima’ Ulama dan Umara yang digelar MUI Provinsi Lampung di MUI Provinsi LampungBallroom Hotel Horison || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal membuka Ijtima’ Ulama dan Umara yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung di Ballroom Hotel Horison, Senin (8/9/2025) malam.

Forum dua hari itu menjadi ruang pertemuan strategis antara ulama dan pemerintah dalam merumuskan langkah menjaga keutuhan bangsa dan memperkuat kepercayaan publik.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menekankan pentingnya sinergi ulama dan pemerintah sebagai penopang kehidupan berbangsa.

Baca Juga  Sebuah Rumah Kosong Dilahap Si Jago Merah

“Ulama adalah penerang hati umat, sementara umara adalah penggerak roda pemerintahan. Ketika keduanya berjalan beriringan, bangsa ini akan kokoh dan kepercayaan masyarakat terjaga,” kata Gubernur.

Gubernur Mirza menilai persatuan ulama dan pemerintah bukan sekadar simbolik. Ia mengingatkan pengalaman negara lain yang gagal menjaga keutuhan karena tidak ada kesatuan hati antara rakyat, ulama, dan pemerintah.

Baca Juga  Gubernur Arinal Launching Pusat Inkubasi Tanaman Nusantara di Tahura Wan Abdul Rachman

“Bagi saya, syarat damai adalah satu hati. Forum ijtima ini tentu akan mengikat kesatuan itu,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peran pondok pesantren di Lampung. Menurut data pemerintah, terdapat sekitar 1.300 pondok yang berkontribusi dalam mengisi kekosongan sosial di masyarakat.

“Para ulama di pondok-pondok inilah yang paham betul permasalahan umat,” ucap Gubernur.

Baca Juga  APBD Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran 2020 Telah Disahkan, Ini Rinciannya

Gubernur menilai forum keagamaan semacam ini memiliki dampak langsung pada kondisi sosial politik daerah. Ia mencontohkan doa bersama yang digelar sehari sebelum aksi unjuk rasa di Lampung sebagai upaya mendinginkan suasana.

“Ijtima ini bukan pertemuan seremonial. Ini panggilan persatuan dan momentum menyatukan langkah,” ujarnya.