Menurutnya, para planner juga perlu memposisikan diri sebagai agen yang handal dalam menjembatani komunikasi antara penyedia layanan publik dengan masyarakat selaku pengguna layanan.
“Dan pentingnya memperkuat basis data dan memanfaatkan teknologi informasi dalam menyusun perencanaan daerah,” ucapnya.
Fredy menyebutkan SDM perencana juga perlu terus mengasah kemampunan untuk memahami keterkaitan antar dokumen perencanaan.
“Termasuk didalamnya adalah kemampuan dalam memilih dan memilah program/kegiatan berbasis kinerja, sehingga program/kegiatan yang dirancang dapat mendukung pencapaian sasaran dan target-target pembangunan yang telah ditetapkan,” katanya.
Hadir pada kesempatan itu, Asisten Administrasi Umum Provinsi Lampung Senen Mustakim dan Kepala BPSDM Provinsi Lampung Yurnalis. (Rls/SA)











