“Acara malam ini menjadi momentum berharga untuk merenung dan bersyukur atas perjalanan panjang dalam membangun dan memajukan daerah kita tercinta, khususnya di Lampung Timur,” ungkap Arinal Djunaidi
Wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya nusantara yang memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan sejarah yang didalamnya tersirat makna mendalam di balik setiap lakon yang dipertunjukkan.
Demikian pula dalam setiap langkah transmigrasi yang telah ditempuh oleh para pionir transmigran selama 73 tahun, penuh kerja keras dan pengorbanan yang perlu diteladani.
Keberhasilan pembangunan Lampung tidak lepas dari kerja keras dan semangat gotong-royong masyarakat yang menjadikan setiap sudut tanah disini sebagai bagian dari kemajuan bangsa.
“Mari kita jaga dan lestarikan nilai-nilai luhur budaya Lampung, melalui semangat gotong-royong dan kearifan lokal, kita bisa meraih prestasi lebih tinggi, menciptakan Lampung yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Gubernur Arinal Djunaidi.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menerima penghargaan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia sebagai Kepala Daerah Penggerak Pembangunan dan Pengawasan Kawasan Transmigrasi yang diserahkan langsung oleh Menteri Abdul Halim Iskandar.
Penghargaan yang diterima Gubernur Arimal Djunaidi sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi atas prestasi dan keberhasilannya dalam menggerakkan roda pembangunan secara merata hingga ke wilayah terpencil di Provinsi Lampung.
Dalam acara tersebut dilakukan juga penyerahan bantuan langsung tunai dan pembagian doorprice yang diserahkan secara langsung oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Abdul Halim Iskandar didampingi Gubernur Lampung kepada perwakilan masyarakat transmigran. (Rls/SA)











