“Hakikatnya, kami hanya ingin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, namun karena sadar akan keterbatasan dan kekurangan, maka kami perbanyak silaturahmi dan berbagi pikiran melalui sumber daya yang ada untuk mewujudkan visi misi IK-DMI,” lugasnya.
Lanjutnya mengatakan bahwa Kemenag memiliki penyuluh agama Islam baik PNS fungsional maupun yang non PNS yang selama ini dalam pengamatannya, belum dimaksimalkan peran dan tupoksinya, sesuai amanah 8 (delapan) spesialisasi tugas penyuluh PAI yang tercantum dalam Keputusan Dirjen Bimas Islam Tahun 2017.
“Masih dapat kita temukan Khatib-khatib yang tidak memenuhi kaidah fiqh dalam berkhutbah, atau Penyuluh PAI yang “gak mudeng” tupoksi spesialisasinya,” bebernya.
Permasalahan ini muncul karena dasar ilmu agama yang pas-pasan, tidak adanya pelatihan berbasis kompetensi menyeluruh, pihak masjid tidak memiliki tim seleksi imam dan khatib, dan terhadap Penyuluh PAI juga perlu mendapat bimbingan.
Apa yang IK-DMI cita-citakan adalah hal besar, maka penting mengajak Global Wakaf-ACT untuk mewujudkan Pabrik Air Minum Wakaf, BAZNAS, BWI, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung serta Kanwil Kemenag untuk menukseskan _campaign_ terkait ZISWAF (Zakat, Infaq, Shodaqoh, Wakaf, dan Fidyah) dengan memasimalkan fungsi Penyuluh Agama Islam se-provinsi Lampung.
“Kita butuh integrasi program, integrasi solusi, dan integrasi kebijakan, supaya saling menguatkan dalam bingkai sinergi yang solid, simpel, amanah, dan profesional,” paparnya.
Selanjutnya, setelah beberapa kali rapat virtual dengan beberapa pihak, maka pihaknya akan melakukan rapat tatap muka untuk turut serta mensukseskan program Gubernur Lampung di bidang Pertanian dan UMKM, program BAZNAS, Program Kemenag, dan Program IK-DMI Lampung.
“Sejauh ini respon masing-masing institusi sangat welcome dan baik terhadap gagasan kami dalam sinergi. Karena kami organisasi nirlaba, tidak punya anggaran untuk permodalan sebagai triger UMKM, apalagi pinjaman tanpa agunan hanya berbasis underlying project seperti yang disanggupi pak Sandiaga Uno dengan gerakan OK OCE Indonesia kemarin,” pungkasnya. (SA)





