“Melalui kegiatan ini, umat Hindu diajak untuk membersihkan diri dari segala kotoran lahir dan batin, serta merenungkan kembali perjalanan hidup agar semakin mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” paparnya.
Hari Suci Nyepi mengajarkan seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan agama atau budaya, tentang pentingnya introspeksi, kedamaian, dan keselarasan dengan alam.
“Nilai-nilai ini sejalan dengan ajaran dalam agama dan keyakinan lain, termasuk dalam Islam, yang juga menekankan pentingnya pengendalian diri, ketenangan hati, dan keseimbangan dalam kehidupan terlebih di Bulan Suci Ramadan saat ini,” imbuhnya.
Melalui momentum ini, Wagub Jihan berharap dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pihak untuk lebih menghargai keberagaman serta memperkuat rasa persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan seperti ini, sebagai bagian dari upaya mempererat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat yang plural. Kami juga berupaya untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi seluruh umat beragama agar dapat menjalankan ibadah dan tradisinya dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Jihan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung di Tahun 2025 ini akan melaksanakan perbaikan 52 ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung.
Wagub Jihan memohon dukungan seluruh umat Hindu di Provinsi Lampung agar perbaikan infrastruktur dapat berjalan dengan lancar.
Upacara Melasti diawali dengan berbagai ritual keagamaan, dilanjutkan dengan arak-arakan membawa sesaji menuju sumber air suci. (Rls/SA)











