Bandar LampungLampungPemerintahan

Inflasi Lampung Terendah di Sumatra, Gubernur Mirza Tegaskan Harga Dijaga

×

Inflasi Lampung Terendah di Sumatra, Gubernur Mirza Tegaskan Harga Dijaga

Sebarkan artikel ini

Dari laporan BPS Lampung menyebutkan, perlambatan harga ditopang turunnya harga sejumlah komoditas. Selaras dengan laporan Bank Indonesia (BI) Lampung yang mencatat harga bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, jagung manis, dan minyak goreng turun sepanjang September.

Harga bawang merah melandai seiring panen di sentra produksi lokal, yakni Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Barat. Dampaknya mampu menahan laju inflasi dari kenaikkan harga cabai merah, beras, cabai rawit, dan tomat, yang memberi andil masing-masing 0,12, 0,10, 0,06, dan 0,02 persen.

BI memprakirakan inflasi Lampung tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen hingga akhir 2026. Pemprov menyatakan akan terus menjaga stabilitas harga bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, petani, dan masyarakat.

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Lampung September 2026 tercatat 3,51 persen, lebih tinggi dari nasional (3,28 persen) dan sedikit di atas batas atas sasaran 3,5 persen.

BI mengingatkan sejumlah risiko ke depan, antara lain El Nino yang dapat memicu kenaikkan harga gabah, dan sejumlah harga komoditas global. (Rls/SA)