Untuk mewujudkan hal itu, beberapa langkah yang dilakukan di antaranya melalui strategi perumusan SNI, yang fokus pada SNI yang diperlukan untuk perlindungan dan meningkatkan daya saing.
Dalam penerapan standar, Kukuh akan semakin mengenalkan SNI lebih intens kepada UMKM agar semakin mampu bersaing dengan produk luar.
Sementara dalam konteks penilaian kesesuaian, Kukuh berkomitmen untuk memelihara dan meningkatkan pengakuan internasional yang sudah diperoleh BSN di bidang penilaian kesesuaian.
“Terakhir, BSN harus mampu memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan stakeholder terkait standardisasi dan penilaian kesesuaian. BSN tidak boleh menjadi rantai birokrasi baru yang menghambat daya saing nasional,” ujar Kukuh.
Di mata para pemangku kepentingan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, nama Kukuh S. Achmad sudah tidak asing.
Berbagai prestasi baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional diraihnya, seperti menjadi Evaluator Internasional Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) pada tahun 2008, Menjadi Anggota Selection Committee Laurence D. Eicher (LDE) Award di International Organization for Standardization (ISO) 2012-2014.
Serta menjadi salah satu Anggota Technical Management Board (TMB) di ISO yang beranggotakan 14 orang yang mewakili 163 negara anggota ISO tahun 2012 – 2014. (SA)











