“Hal ini sangat penting mengingat lonjakan jumlah kendaraan yang diperkirakan terjadi pada periode mudik Nataru, serta kebutuhan akan fasilitas yang dapat mendukung kenyamanan dan kelancaran perjalanan,” kata Joharifin.
Direktur PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll Road, I Wayan Mandia menyampaikan melesatnya pengguna mobil listrik dan proyeksi interkoneksi sampai dengan Jambi dengan adanya Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Tahap 2 yang Tengah berlangsung tentunya menjadi potensi yang perlu ditangkap dan diperhatikan dalam penambahan SPKLU oleh PLN.
“Secara proyeksi jika memperhatikan peningkatan penjualan mobil listrik di Indonesia dan JTTS rampung di 2029 nanti, tentunya akan ada tambahan populasi mobil Listrik yang signifikan, dan ini harus segera disiapkan antisipasinya secara bersama,” beber Wayan dalam sambutannya ketika menghadiri penandatanganan PKS pada Kamis (28/11/2024).
Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Lampung Wira Bhakti Dharma menambahkan, selain di ruas jalan tol PLN juga melakukan penambahan SPKLU di titik-titik strategis di Jalur Lintas Timur, Lintas Barat, dan dalam kota untuk kenyamanan pengguna kendaraan listrik pada saat periode Nataru.
“Total SPKLU di penghujung tahun 2024 ini adalah sebanyak 55 unit. Titik Lokasi yang strategis di perhitungkan secara cermat seperti pada Pusat Perbelanjaan/Mal, perhotelan di tempat wisata strategis, kantor PLN dalam kota dan lintas, sehingga menambah experience pemudik yang memilih menggunakan kendaran listrik sebagai moda transportasi mudik Nataru tahun 2024 ini,” ungkap Wira.
Wira juga menambahkan bahwa pihaknya sedang mengkaji terkait penyediaan SPKLU Mobile guna meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraaan listrik saat berkendara di jalur mudik. (Rls/SA)











