5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Jenis-jenis puasa sunnah cukup banyak dan memiliki keutamaannya masing-masing. Rasulullah SAW sendiri sudah menganjurkan umatnya untuk rutin melakukan puasa sunnah karena banyak manfaat yang bisa diperoleh.
Selain itu, puasa sunnah juga dapat memberikan keberkahan bagi siapa saja yang menunaikannya secara rutin. Nah, untuk mengetahui lebih lengkap terkait macam puasa sunnah, simak ulasan berikut.
Jenis-jenis Puasa Sunnah yang Perlu Diketahui
Puasa sunnah merupakan puasa yang jika dilakukan mendapat pahala dan ketika ditinggalkan tidak dihukumi dosa. Penting diketahui, puasa sunnah dibagi menjadi dua, yakni sunnah mutlaq atau bebas dan sunnah muqayyad atau terikat.
Puasa sunnah mutlaq artinya puasa yang diperintahkan oleh Al-Qur’an di mana tidak terikat waktu tertentu, kecuali dilakukan pada waktu-waktu terlarang. Sementara itu, puasa sunnah muqayyad adalah puasa yang terikat oleh waktu tertentu. Adapun beberapa jenis puasa sunnah, di antaranya:
1. Puasa Syawal
Puasa Syawal dilaksanakan setelah bulan Ramadhan yang biasanya dilakukan selama enam hari. Keutamaan dari puasa sunnah satu ini adalah akan memperoleh pahala, seperti berpuasa selama satu tahun.
Hal ini pun dibenarkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis. Hadis tersebut berbunyi, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun”. (HR. Muslim)
2. Puasa Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender umat Islam dan dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Keutamaan dari puasa sunnah ini diterangkan dalam sebuah hadis.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah SWT sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan sholat malam setara dengan sholat pada malam Lailatul Qadar”. (HR. At-Tirmidzi)
3. Puasa Muharram
Puasa Muharram dikenal dengan istilah Yaumu Asyura yang memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW bersabda, “Diriwayatkan dari Abu Qatadah RA: Sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’”. (HR. Muslim)
4. Puasa Sya’ban
Puasa sunnah selanjutnya, yakni puasa Sya;ban yang dikerjakan pada pertengahan bulan Sya’ban. Keutamaan dari puasa ini adalah untuk mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di hari akhir nanti.
5. Puasa Asyhurul Hurum
Asyhurul Hurum memiliki arti, yaitu bulan-bulan yang diharamkan untuk melakukan perang. Beberapa bulan yang diharamkan berperang, seperti bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, serta Rajab.
6. Puasa Senin Kamis
Puasa Senin Kamis dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena hari Senin adalah hari kelahiran Nabi dan Kamis merupakan hari pertama kali Al-Qur’an turun. Rasulullah SAW bersabda, “Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Senin dan Kamis. Maka, aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa”. (HR. Tirmidzi)





