Bandar LampungLampung

Kepala Sekolah SD dan SMP Bandar Lampung Ikuti Edukasi Anti Korupsi

50
×

Kepala Sekolah SD dan SMP Bandar Lampung Ikuti Edukasi Anti Korupsi

Sebarkan artikel ini

5W1HINDONESIA.ID, BANDAR LAMPUNGPemerintah kota Bandar Lampung menggelar edukasi anti korupsi di lingkungan pendidikan tingkat SD-SMP se kota Bandar Lampung pada, Kamis (22/9/2022).

Pada kegiatan ini, Aida Ratna Zulaeha selaku Direktur jejaring pendidikan KPK menjadi pembicara untuk menyampaikan materi anti korupsi.

Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Tole Daelami mengatakan edukasi anti korupsi di kalangan pendidikan sangat penting untuk melahirkan generasi-generasi yang anti korupsi dimasa depan.

Baca Juga  Perkuat Sinergi, Wali Kota Eva Dwiana dan BPN Bandar Lampung Bahas Percepatan Layanan Pertanahan

“Pendidikan anti korupsi ini sangat strategis untuk mengedukasi kalangan pelajar dan harus ditanamkan sejak dini,” katanya

Pendidikan anti korupsi yang dikemas kedalam program Roadshow Bus KPK mengharuskan seluruh insan tenaga pendidik dan siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Ini harus diikut oleh tenaga pendidik, karena kan nanti akan di transfer ke siswa untuk menjadi materi,” imbuhnya.

Baca Juga  Pastikan Kelistrikan Aman saat Natal, PLN UID Lampung Tinjau Gereja di Bandar Lampung

Materi pendidikan anti korupsi sendiri sudah masuk sebagai materi ajar tahun 2021-2022. Diharapkan materi tersebut bisa berjalan dengan baik.

“Kota Bandar Lampung juga menjadi salah satu pilot projek KPK untuk materi pendidikan anti korupsi. Semoga semua bisa berjalan dengan baik lah,” kata Tole.

Disaat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Eka Afriana menambahkan, pihaknya akan menindak lanjuti tentang apa saja yang telah disampaikan pada edukasi anti korupsi tersebut.

Baca Juga  Pemprov Lampung Dorong Peran Pemuda dalam Implementasi Pergub 18/2025

Ia pun mengatakan, SMPN 14 yang dijadikan pilot projek materi ajar anti korupsi diharpkan bisa membawa perubahan perilaku dan sikap.

“Intinya kita semua berharap ada perubahan karakter dari siswa maupun pengajar ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (CR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *