Bandar LampungEKBISLampung

Kinerja Industri Jasa Keuangan Terjaga, OJK Lampung Optimis Tren Positif Terus Berlanjut

×

Kinerja Industri Jasa Keuangan Terjaga, OJK Lampung Optimis Tren Positif Terus Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy dalam kegiatan Media Update Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung periode Triwulan 1 – 2024 saat diwawancara awak media || Foto: 5w1hindonesia.id
Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy dalam kegiatan Media Update Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung periode Triwulan 1 – 2024 saat diwawancara awak media || Foto: 5w1hindonesia.id

Adapun 3 sektor ekonomi penyumbang kredit terbesar yaitu sektor penerima kredit bukan lapangan usaha, pedagang besar dan eceran serta pertanian, perburuan dan kehutanan.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Provinsi Lampung posisi triwulan 1-2024 tercatat mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan 1-2023 (yoy) yaitu meningkat sebesar 2,03% dari sebesar Rp 62,66 triliun menjadi sebesar Rp 63,93 triliun.

Demikian juga jika dibandingkan dengan posisi Desember 2023, tercatat meningkat sebesar 1,21% dari sebesar Rp 63,16 triliun menjadi Rp 63,93 triliun.

Pada triwulan 1 2024 kredit UMKM secara year on year (yoy) meningkat sebesar Rp 4,02 triliun (14,53%) dari Rp 27,64 triliun pada triwulan 1-2023 menjadi sebesar Rp 31,65 triliun pada posisi Triwulan 1-2024 yang berdampak pada peningkatan Share kredit UMKM sebesar 3,66% yaitu dari sebesar 36,38% menjadi sebesar 40,04%.

Namun, peningkatan pertumbuhan kredit ini juga diikuti dengan meningkatnya rasio kredit bermasalah (NPL) yang naik sebesar 0,75% dari sebelumnya posisi Maret 2023 sebesar 3,51% menjadi sebesar 4,25% pada Maret 2024.

Peningkatn ini disebabkan adanya peningkatan nominal NPL UMKM yang meningkat sebesar Rp 0,38 triliun yaitu dari sebesar Rp 0,97 triliun di Triwulan 1 2023 menjadi sebesar Rp 1,35 triliun di Triwulan 1 2024.

OJK terus mendukung kinerja perbankan melalui kebijakan yang diperlukan sehingga dapat terus tumbuh berkelanjutan namun tetap prudent dalam aspek manajemen risiko. (SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *