Salah satu keunggulan utama aplikasi ini adalah fitur geotagging, yang memungkinkan laporan pengaduan dikaitkan langsung dengan lokasi kejadian secara real-time.
Hal ini sangat membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang berbasis data dan spasial, serta mempercepat respon terhadap isu-isu di lapangan.
Selain itu, aplikasi Lampung-In menyediakan informasi status laporan yang terbaru, sehingga masyarakat dapat secara aktif memantau proses tindak lanjut dari laporan yang telah mereka sampaikan.
Setiap laporan akan memiliki status yang jelas mulai dari diterima, dalam proses, hingga selesai serta dapat diikuti melalui fitur diskusi langsung dengan petugas terkait.
“Setiap laporan akan memiliki status yang jelas dari mulai diterima, kemudian diproses sampai dengan selesai ditangani semuanya akan memberi status yang jelas,” kata Wagub Jihan.
Kehadiran Lampung-in diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun Lampung yang lebih maju, serta mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan warga Lampung dalam menciptakan layanan publik yang lebih baik.
Aplikasi Lampung-In tidak hanya memfasilitasi pengaduan, tetapi juga mengintegrasikan berbagai layanan daerah seperti Si Gajah, Sigap Lampung, e-Samsat, Lampung Berita, dan Lampung Sehat.
Dalam jangka panjang, aplikasi ini akan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Lampung. Ada penambahan fitur layanan ambulans, antrean fasilitas kesehatan, informasi pariwisata, hingga perpustakaan keliling. (Rls/SA)











