NasionalTeknologi

Operator Seluler Indonesia Ngeluh, Komdigi Wacanakan Pembatasan Telfon Dan Video Call WhatsApp

46
×

Operator Seluler Indonesia Ngeluh, Komdigi Wacanakan Pembatasan Telfon Dan Video Call WhatsApp

Sebarkan artikel ini
Whatsapp || Foto: Anton by Pexels.com || 5W1HINDONESIA.ID
Whatsapp || Foto: Anton by Pexels.com || 5W1HINDONESIA.ID

Fokus pada Kualitas, Bukan Bebankan Masyarakat

Senada dengan pemerintah, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyuarakan hal yang sama. Direktur Eksekutif ATSI, Marwan O Baasir, menyatakan bahwa wacana ini bukanlah untuk membebani masyarakat dengan biaya tambahan, melainkan untuk mendorong tanggung jawab platform OTT demi peningkatan kualitas layanan.

Baca Juga  Whatsapp Siapkan Fitur Silence Unknown Callers Untuk Cegah Spam

Menurut Marwan, saat ini pengguna tidak memiliki posisi untuk menuntut kualitas layanan karena statusnya yang gratis.

“Sekarang WhatsApp di beberapa negara Asia jatuh (kualitas layanannya). Bisa protes? Enggak bisa. Karena gratis. Sekarang operator yang protes, karena infrastruktur dibangun mereka, tapi OTT yang untung,” kata Marwan.

Ia berpendapat, jika OTT mulai berkontribusi, maka akan ada standar dan jaminan kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan, bahkan hingga skema pengembalian dana atau refund jika layanan tidak memuaskan.

Baca Juga  Dua Fitur Baru Whatsapp yang Harus Kamu Coba!

“Kalau bayar, ada jaminan kualitas, ada jaminan refund. Bukan dari operator, tapi dari OTT-nya,” ujar Marwan.

Marwan berharap isu ini tidak disalahartikan sebagai rencana untuk membuat layanan menjadi berbayar bagi pengguna.

Baca Juga  Awas! Modus Penipuan Surat Tilang di Whatsapp Bisa Retas Ponsel

“Jadi tidak dipanasi (isunya), bahwa ‘oh nanti bayar loh’. Karena yang diperjuangkan itu kualitas layanan. WhatsApp, Instagram, Facebook, TikTok sudah jadi darah daging. Tapi, saatnya lah OTT ini juga ikut berkontribusi,” tutupnya.