5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Kereta Api Babaranjang pengangkut batu bara di Lampung kembali mengalami peristiwa kecelakaan.
Kali ini kecelakaan melibatkan sebuah minibus jenis colt diesel warna kuning yang tertemper kereta pada, Rabu (9/7/2025) di perlintasan no. 20 KM 34+9 petak jalan Stasiun Branti – Stasiun Tegineneng.
Menurut keterangan Manajer Humas PT. KAI Divre IV Lampung, Azhari Zaki Assjari mengatakan kejadian berawal dari kendaraan dengan Nopol BE 8804 AML tersebut berjalan dari arah pasar Branti menuju jalan Lintas Sumatera.
“Saat melintasi Jalur KA, terdapat kendaraan minibus Toyota Avanza mengalami mati mesin di jalan pasar Branti setelah melintas jalur KA,” terang Zaki saat di konfirmasi.
Pada saat itu, situasi lalu lintas di sekitar rel kereta api sedang dalam kondisi padat. Sehingga terjadi antrean kendaraan di perlintasan kereta api.
Dalam kondisi crowded tersebut, KA Baratarahan relasi muara enim sedang bergerak untuk melintasi perlintasan KA tersebut. Petugas PJL Dishub keluar dari pos PJL memberikan informasi dan menghimbau kepada pengendara untuk segera maju.
“Pengemudi Kendaraan Cold Diesel panik dan mencoba majukan kendaraannya namun tidak dapat terhindar sehingga lokomotif tertemper bagian belakang kendaraan Cold Diesel,” tambahnya.
Kendaraan terseret sekitar 10 meter ke sisi kanan jalur KA dari perlintasan PJL 20. Supir mengalami Luka-luka di pelipis wajah dan patah kaki bagian kanan, dan telah di evakuasi Ke RS Medika Natar.
Dengan adanya kejadian ini, Divre IV Tanjungkarang terus mengimbau masyarakat untuk disiplin, terutama pada saat melintasi perlintasan sebidang. Divre IV Tanjungkarang mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api.











