Bandar LampungEKBISLampungPemerintahan

Kopi Bubuk Lampung Resmi Tembus Ekspor ke Hongkong

×

Kopi Bubuk Lampung Resmi Tembus Ekspor ke Hongkong

Sebarkan artikel ini
Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan melepas ekspor perdana kopi bubuk robusta Lampung ke Hongkong || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan melepas ekspor perdana kopi bubuk robusta Lampung ke Hongkong || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Sementara itu, Pemilik El’s Coffee Group dan PT Sari Alami, Elkana Arlen Riswan, menyebut ekspor perdana ini sebagai momen bersejarah bagi Lampung.

Ia mengaku bersyukur mendapat dukungan pemerintah daerah, perbankan, hingga program Export Hub. “Tanpa dukungan petani, karyawan, dan seluruh elemen, kami tidak bisa sampai di titik ini,” ucap Elkana.

Menurut Elkana, selain melepas ekspor kopi bubuk, El’s Coffee juga meresmikan rumah produksi kopi PT Sari Alami di Bandar Lampung.

Rumah produksi ini dilengkapi fasilitas roastery, penggilingan, dan pengepakan, serta dibuka untuk wisata kopi. “Wisatawan bisa melihat langsung proses produksi kopi Lampung,” ujarnya.

Rumah produksi ini diresmikan dengan penandatanganan prasasti oleh Sekda Provinsi Lampung, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, dan tokoh kopi Lampung, Djony.

Peresmian ini juga disaksikan perwakilan Kementerian Perdagangan, Export Hub Indonesia, dan sejumlah pemangku kepentingan lain.

Dalam pidatonya, Elkana menekankan pentingnya hilirisasi untuk memperluas pasar. Ia menyebut produk kopi tidak hanya bisa berupa bubuk, tetapi juga minuman siap saji, permen, cokelat kopi, hingga kosmetik berbasis kopi.

“Kami ingin kopi Lampung tak hanya dikenal sebagai green bean exporter, tapi sebagai pusat inovasi kopi Asia Tenggara,” katanya.

El’s Coffee juga menargetkan rumah produksi ini menjadi sarana edukasi dan inovasi. Perusahaan berharap langkah tersebut menginspirasi pelaku UMKM lain di Lampung untuk menembus pasar global. “Keberhasilan ini bukan hanya milik El’s Coffee, tapi seluruh UMKM Lampung,” ujar Elkana.

Dengan ekspor perdana ini, Lampung menandai babak baru peranannya di pasar kopi internasional. Pemerintah berharap momentum tersebut bisa menjadi model pengembangan hilirisasi komoditas lain di daerah, dari sawit hingga lada. (Rls/SA)