Menurut Gubernur, zakat luar biasa pentingnya, tetapi belum sempurna dipahaminya. “Oleh karena itu, saya sangat berharap Baznas mampu memberikan warna di masa mendatang,” tambahnya.
Gubernur Arinal menyampaikan bahwa dirinya sudah berkonsultasi kepada Ketua Baznas RI terkait pemanfaatan zakat untuk kepentingan rakyat miskin, dan Ketua Baznas RI tidak keberatan akan hal tersebut.
Melalui pemanfaatan zakat, Gubernur Arinal ingin meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan ternak. Apabila ini berhasil diterapkan maka akan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Saya bangga apabila zakat ini langsung dimanfaatkan dan dibuktikan oleh masyarakat. Selain meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui baznas, Lampung juga akan menjadi lumbung ternak yangmana sebelum ada Baznas Lampung sudah nomor empat di Indonesia. Dengan adanya baznas maka diharapkan bisa nomor satu atau dua,” harapnya.
Gubernur Arinal menjelaskan potensi zakat belum dikelola secara optimal, diantaranya karena kurangnya kesadaran umat dalam melaksanakan zakat.
Yang menjadi masalah selanjutnya adalah bagaimana menjadikan zakat agar berfungsi sebagai amal ibadah dan juga sebagai konsep sosial.
“Inilah arti dari pendayagunaan zakat. Kesadaran yang cukup tinggi bagi umat Islam untuk mengeluarkan zakat, tampak baru terlihat dalam hal zakat fitrah. Kesadaran untuk mengeluarkan zakat mal (harta) masih belum menggembirakan,” ujarnya.











